Lebih jauh, Araghchi menilai agresi Israel tidak lepas dari kepentingan pribadi Netanyahu. Dia menyebut, perang yang terus berlanjut bisa menjadi cara bagi Netanyahu untuk menghindari proses hukum atas kasus korupsi yang menjeratnya.
“Pemberlakuan gencatan senjata di seluruh Timur Tengah, termasuk Lebanon, bisa mempercepat pemenjaraan Netanyahu,” ujarnya.
Diketahui, sidang pidana Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026) di Pengadilan Negeri Yerusalem setelah sempat tertunda beberapa pekan akibat kondisi darurat selama konflik.
Iran kembali menegaskan, kegagalan diplomasi akibat mengikuti keinginan Netanyahu akan menjadi tanggung jawab AS sepenuhnya.