Taliban Larang Pekerja Perempuan di LSM, PBB Hentikan Sejumlah Program Bantuan di Afghanistan

Umaya Khusniah
(PBB) menginformasikan sejumlah program bantuan di Afghanistan dihentikan untuk sementara waktu. (Foto: freepik)

"Tidak ada negara yang dapat melarang setengah dari populasinya untuk berkontribusi kepada masyarakat," kata pernyataan itu, yang juga ditandatangani oleh kepala UNICEF, Program Pangan Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia, Program Pembangunan PBB dan komisaris tinggi PBB untuk pengungsi dan hak asasi manusia.

Empat kelompok global utama, yang bantuan kemanusiaannya telah mencapai jutaan warga Afghanistan pada Minggu (25/12/2022) mengaku menangguhkan operasi karena mereka tidak dapat menjalankan program mereka tanpa staf perempuan.

Pernyataan PBB mengatakan larangan pekerja bantuan perempuan dilakukan pada saat lebih dari 28 juta orang di Afghanistan membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup. Negara itu bergulat dengan risiko kondisi kelaparan, penurunan ekonomi, kemiskinan yang mengakar dan musim dingin yang ekstrem.

Badan-badan PBB dan kelompok bantuan - termasuk World Vision International, CARE International, Save the Children U.S., Mercy Corps dan InterAction, berjanji untuk tetap teguh dalam komitmen untuk memberikan bantuan yang mandiri, berprinsip, dan menyelamatkan nyawa bagi semua perempuan, laki-laki dan anak-anak yang membutuhkannya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cetak Sejarah Baru, Kemenag Lantik 15 Perempuan jadi Kepala KUA

57 tahun lalu

Kuota Caleg Perempuan Dipertegas MK, Angkie Yudistia Tekankan Representasi Politik yang Setara

57 tahun lalu

Laporan Kekerasan Seksual Melonjak, Korban Semakin Berani Mengadu sejak UU TPKS Disahkan

57 tahun lalu

RI Serukan Kolaborasi Dunia Jaga Konservasi Mangrove di Forum PBB, Mitigasi Perubahan Iklim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal