Taliban: Afghanistan Ingin Bergabung dengan BRICS

Ahmad Islamy Jamil
Para pejuang Taliban mengambil alih kendali Istana Presiden Afghanistan di Kabul pada 15 Agustus 2021. (Foto: AP)

BRICS, yang baru-baru ini juga memperluas keanggotaannya dengan bergabungnya Iran, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Ethiopia, belum bereaksi secara terbuka terhadap komentar Pemerintah Taliban.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan kepada AFP pada Rabu (25/9/2024) ini bahwa mereka belum memiliki informasi sejauh ini tentang undangan ke KTT BRICS.

Baik Moskow maupun Beijing telah menyatakan kesiapan mereka untuk berinvestasi dalam proyek-proyek komersial di Afghanistan. Rusia dan China juga siap bekerja sama dengan otoritas Taliban dalam perang melawan ISIS Khorasan, cabang kelompok ISIS di Afghanistan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Deretan Hasil Diplomasi Prabowo: Gabung BRICS hingga Tarif 0 Persen ke Uni Eropa

57 tahun lalu

Teddy Ungkap Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia Sedang Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan

57 tahun lalu

Menlu Sugiono: BRICS Harus Aktif Jaga Perdamaian Global Tanpa Standar Ganda

57 tahun lalu

Menlu Sugiono Akan Terbang ke India, Bahas Isu Global dan Ekonomi di Forum BRICS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal