13 Taman Nasional Ditargetkan Tak Lagi Bergantung APBN pada 2030
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menargetkan 13 taman nasional dan dua lanskap konservasi spesies ikonik tak lagi bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di 2030. Taman tersebut diharapkan mandiri dengan skema pembiayaan inovatif dan investasi konservasi.
Menurut Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Anthoni, Indonesia saat ini sedang membangun pendekatan baru dalam pengelolaan konservasi yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pembiayaan publik. Pemerintah membuka ruang bagi investasi yang kredibel, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, alam, dan iklim.
“Indonesia tidak hanya sedang menyusun strategi pembiayaan. Kami sedang membangun paradigma baru tata kelola konservasi, di mana taman nasional memiliki kemandirian finansial, masyarakat menjadi mitra utama, sektor swasta memiliki peran yang bermakna, dan negara menyediakan kerangka regulasi yang kuat untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan secara akuntabel dan berkelanjutan,” kata Raja Juli dikutip dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Pengelolaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik.
"Untuk mencapai target tersebut, Indonesia menerapkan strategi ganda melalui reformasi regulasi dan penguatan kelembagaan, sekaligus mendorong mobilisasi investasi melalui pengembangan instrumen keuangan inovatif dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak," ujarnya.
Ia pun mengundang komunitas investasi global, mitra pembangunan, lembaga filantropi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mendukung transformasi pembiayaan konservasi Indonesia.
“Kami menyambut kemitraan dalam bentuk dukungan keahlian, transfer teknologi, dukungan implementasi program, maupun pembiayaan inovatif yang disepakati bersama. Kolaborasi global akan mempercepat upaya kita dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin