Kepala Inisiatif Genomik Covid-19 di Institut Wellcome Sanger Inggris, Jeffrey Barrett mengatakan, dugaan mutasi virus terletak pada bagian genom yang rentan terhadap kesalahan dalam prosedur pengurutan tertentu. “Ini hampir pasti bukan rekombinan biologis dari garis keturunan delta dan omicron,” katanya, Senin (10/1/2022).
Para ilmuwan sangat ingin memerangi banjir disinformasi tentang Covid-19, yang sebagian besar beredar secara online.
Pekan lalu, muncul laporan yang belum diverifikasi tentang virus “flurona” atau “fluron”, yaitu kombinasi flu dan virus corona. Laporan itu tak butuh waktu lama langsung beredar secara luas. Akan tetapi, pada Senin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menolak klaim tentang virus itu.
“Jangan gunakan istilah seperti deltacron, flurona, atau flurone. Tolong,” kata ahli epidemiologi penyakit menular di WHO, Maria van Kerkhove.
“Istilah-istilah ini seolah-olah menyiratkan kombinasi virus/varian, padahal ini tidak terjadi,” katanya.