Sebelumnya diberitakan, Iran menegaskan akan terus memblokade Selat Hormuz sampai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat dicapai. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sabtu (18/4/2025), memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz setelah pada Jumat membukanya secara penuh untuk kapal-kapal komersial.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan akan terus memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz sampai perang melawan AS berakhir sepenuhnya dan perdamaian abadi dicapai.
Selain itu Dewan sedang mempertimbangkan untuk memasukkan blokade AS terhadap kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan Iran sebagai pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata.
"Selama Amerika Serikat menghalangi lalu lintas kapal, menggunakan metode seperti blokade maritim, Iran akan menganggap ini sebagai pelanggaran rezim gencatan senjata dan juga akan menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz secara terbatas," bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, seperti dilaporkan kantor berita Tasnim, Minggu (19/4/2026).