Kedua faksi terbesar Palestina itu gagal menyelesaikan konflik politik setelah pecah pada 2007. Mereka mengelola dua wilayah secara mandiri. Fatah berkuasa di Tepi Barat dan menguasai Pemerintah Otoritas Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas, sedangkan Hamas memegang kendali Jalur Gaza.
Upaya mediasi yang dilakukan Rusia dan China mendapat perhatian serius Amerika Serikat (AS) karena mereka hanya mengakui PA, bukan Hamas yang dimasukkan dalam organisasi teroris.
Sementara itu pertemuan tersebut akan menjadi kunjungan pertama delegasi Hamas ke China sejak perang dengan Israel pada 7 Oktober. Namun pejabat kedua pihak sudah bertemu sebelumnya.
Utusan khusus Kemlu China Wang Kejian bertemu dengan pemimpin Hamas Ismail Haniya di Qatar bulan lalu.
Para pejabat China dalam beberapa bulan terakhir membantu Palestina di forum-forum internasional, di antaranya menyerukan konferensi perdamaian Israel-Palestina berskala besar serta pembuatan agenda khusus untuk menerapkan solusi dua negara.