Serbu RS Al-Shifa di Gaza, Israel Minta Hamas Menyerah

Ahmad Islamy Jamil
Warga Palestina, termasuk anak-anak, yang meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel, berkumpul di Rumah Sakit al-Shifa, Gaza, tempat mereka berlindung di tengah sengitnya konflik antara zionis dan Hamas, 7 November 2023. (Foto: Reuters)

Pasukan Israel telah melancarkan pertempuran jalanan yang sengit melawan pejuang Hamas selama 10 hari terakhir, sebelum maju ke pusat Kota Gaza dan sekitar RS al-Shifa.

Hamas mengatakan, ada 650 pasien dan 5.000 hingga 7.000 warga sipil lainnya yang terjebak di dalam halaman rumah sakit. Mereka bisa kehilangan nyawa akibat tembakan penembak jitu dan drone Israel. Di tengah kekurangan bahan bakar, air, dan persediaan makanan, sebanyak 40 pasien di RS itu meninggal dalam beberapa hari terakhir.

Sementara 36 bayi tertinggal dari bangsal neonatal RS itu, setelah tiga bayi lainnya meninggal. Tanpa bahan bakar generator untuk menyalakan inkubator, bayi-bayi tersebut dijaga agar tetap hangat, dibariskan delapan kali di tempat tidur.

Pada Selasa (14/11/2023) kemarin, warga Palestina yang terjebak di rumah sakit menggali kuburan massal untuk menguburkan pasien yang meninggal. Sampai sejauh ini, belum ada rencana untuk mengevakuasi para bayi meskipun Israel mengumumkan tawaran untuk mengirim inkubator portabel.

Ashraf al-Qidra mengatakan, ada sekitar 100 mayat membusuk di dalam RS dan tidak ada cara untuk mengeluarkannya.

Israel telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan lintas batas yang dilakukan kelompok tersebut ke Israel pada 7 Oktober lalu. Dalam serangan waktu itu, pemerintah zionis menyebut Hamas membunuh 1.200 warga Israel dan menawan lebih dari 240 orang lainnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
-1 menit lalu

Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang

Internasional
13 jam lalu

42 Warga dan Tentara Israel Tewas selama Perang Melawan Iran

Internasional
14 jam lalu

Korban Tewas Serangan Brutal Israel ke Jadi 250 Orang, Hizbullah Janjikan Pembalasan

Internasional
17 jam lalu

Australia Sambut Gencatan Senjata tapi Kecam Ancaman Trump soal Hancurkan Peradaban Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal