“Kami melarikan diri. Serangan datang satu demi satu lalu semuanya terbakar,” kata pria yang bekerja di pelabuhan itu.
Sebagai pembalasan, kelompok Houthi mengumumkan serangan rudal menargetkan dua kapal induk AS serta ke wilayah Israel pada Jumat kemarin.
Militer Israel di hari yang sama mengklaim mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman.
Serangan AS itu memicu demonstrasi besar-besaran di Sanaa. Mereka meneriakkan yel-yel “Matilah Amerika! Tamatlah Israel!".
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree dalam demonstrasi itu menjanjikan pembalasan yang keras terhadap AS maupun Israel.