Houthi Yaman Tak Gentar Dibombardir AS, Bakal Membalas

Anton Suhartono
Kelompok Houthi akan membalas serangan militer AS ke wilayahnya yang menewaskan sedikitnya 31 orang (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Kelompok Houthi Yaman menegaskan akan membalas serangan militer Amerika Serikat (AS) ke wilayahnya. Serangan AS ke Ibu Kota Sanaa pada Sabtu (15/3/2025) menewaskan sedikitnya 31 orang.

Biro politik Houthi menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang seraya menegaskan pasukannya siap membalas eskalasi dengan eskalasi.Tidak gentar dengan serangan AS, Houthi justru akan meningkatkan serangan terhadap kepentingan Israel.

Houthi pada pekan lalu menyatakan akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel yang melewati Laut Merah jika negara Yahudi itu tidak mencabut blokade terhadap bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Kelompok yang didukung Iran ini melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal-kapal dagang Israel atau yang berafiliasi dengan negara itu sejak 2023. Serangan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.

Sementara itu Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth mengatakan militernya akan terus menyerang Houthi sampai mereka menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

"Begitu Houthi mengatakan akan berhenti menembaki kapal-kapal Anda, kami akan berhenti menembaki drone Anda, kampanye ini akan berakhir, tetapi sampai saat itu akan terus berlanjut," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/3/2025).

Serangan udara tersebut merupakan operasi militer AS terbesar di Timur Tengah sejak Presiden Donald Trump menjabat pada Januari. Seorang pejabat AS mengatakan serangan terhadap Houthi mungkin berlanjut selama beberapa pekan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

57 tahun lalu

Laga Albania Vs Israel Chaos: Diwarnai Selebrasi Provokatif, Tamparan, hingga Lemparan Sepatu

57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal