Pernyataan itu juga menyebutkan empat serangan drone terhadap pangkalan angkatan laut Bahrain menyebabkan kerusakan serius pada pusat komando dan dukungan militer AS.
IRGC juga mengklaim menyerang pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait hingga melumpuhkan operasionalnya, serta tiga objek di Mohammed Al Ahmad.
Sementara itu, Washington belum merespons klaim kematian tentara dan agen intelijen yang dilaporkan media Iran. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sejauh ini hanya mengakui tiga tentaranya tewas dalam serangan balasan Iran. Mereka menjadi korban pertama tentara AS sejak serangan dimulai Sabtu (28/2/2026).