Terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sedikitnya 560 personel militer AS tewas atau luka dalam serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. Iran disebut menggempur pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, Irak, UEA, dan Kuwait.
"Fasilitas militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik. Pangkalan-pangkalan lain juga berada di bawah serangan tanpa henti yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara AS tewas atau luka," bunyi pernyataan IRGC.
Pernyataan itu juga menyebutkan empat serangan drone terhadap pangkalan angkatan laut Bahrain menyebabkan kerusakan serius pada pusat komando dan dukungan militer AS.
IRGC juga mengklaim menyerang pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait hingga melumpuhkan operasionalnya, serta tiga objek di Mohammed Al Ahmad.
Sementara itu, Washington belum merespons klaim kematian tentara dan agen intelijen yang dilaporkan media Iran. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sejauh ini hanya mengakui tiga tentaranya tewas dalam serangan balasan Iran. Mereka menjadi korban pertama tentara AS sejak serangan dimulai Sabtu (28/2/2026).