"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin berpangkat tinggi ini (Khamenei) akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan memberantas penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis," kata Pezeshkian, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).
Dia berjanji akan membuat pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian Khamenei menyesali perbuatannya.
Iran telah melancarkan serangan balasan ke Uni Emirat Arab (UEA) yang menewaskan enam perwira senior Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA). Kantor berita Tasnim, dikutip Senin (2/3/2026), melaporkan dua agen CIA lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan Abu Dhabi tersebut.
Terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sedikitnya 560 personel militer AS tewas atau luka dalam serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. Iran disebut menggempur pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, Irak, UEA, dan Kuwait.
"Fasilitas militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik. Pangkalan-pangkalan lain juga berada di bawah serangan tanpa henti yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara AS tewas atau luka," bunyi pernyataan IRGC.