WASHINGTON, iNews.id - Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada Minggu (21/6/2026) memicu respons keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia bahkan mengancam Iran dengan konsekuensi yang sangat serius jika jalur perairan strategis tersebut terus ditutup, seraya memperingatkan bahwa Iran bisa kehilangan eksistensinya sebagai sebuah negara.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News, Trump berbicara langsung kepada warga Iran terkait keputusan pemerintah mereka menutup Selat Hormuz. Menurut dia, tindakan tersebut tidak akan ditoleransi oleh AS.
"Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian," ujar Trump, dikutip Senin (22/6/2026).
Ancaman tersebut muncul setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu. Teheran mengambil langkah itu sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon yang dianggap sebagai pelanggaran atas nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata yang ditandatangani Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump pada pekan lalu.
Selain mengancam terkait Selat Hormuz, Trump juga memperbarui peringatannya kepada Iran mengenai dukungan Teheran terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Dia mendesak Iran segera menghentikan kelompok proksi tersebut.