Sekutu Aung San Suu Kyi Kini Minta Dukungan Muslim Rohingya Setelah Dicampakkan

Anton Suhartono
Sasa, pemimpin anggota parlemen Myanmar yang digulingkan junta militer (Foto: Reuters)

Pihak berwenang Mynamar kala itu juga gagal menjamin perlindungan untuk pemulangan ratusan ribu pengungsi.

Hak-hak dasar mereka ditolak, termasuk status kewarganegaraan. Bahkan militer menolak mengakui mereka sebagai etnis Rohingya dan menyebutnya sebagai Bengali.

"Semua orang harus diberi kesempatan melindungi diri mereka (dari penindasan militer)," kata Sasa.

Pernyataan itu disampaikan Sasa setelah kebakaran kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat berlindung.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Internasional
7 hari lalu

Tragis! Bus Pemudik Ditabrak Kereta Api hingga Terseret 1 Km, 12 Orang Tewas

Internasional
19 hari lalu

Perang Timur Tengah, Negara Ini Liburkan Kampus dan Sekolah hingga Batasi Pembelian BBM

Internasional
2 bulan lalu

Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal