Sekjen NATO Sebut Sebelum Serang Taiwan, China Kongkalingkong dengan Rusia

Anton Suhartono
Mark Rutte mengungkapkan kekhawatiran serius terkait kolaborasi strategis antara China dan Rusia yang berpotensi mengancam stabilitas global (Foto: Reuters)

“Ini bukan untuk parade di Beijing. Ini untuk digunakan,” ujarnya.

NATO juga menyoroti meningkatnya risiko invasi China terhadap Taiwan. Berdasarkan informasi dari berbagai diskusi internal dan sumber intelijen, kemungkinan tersebut kini lebih tinggi daripada sebelumnya.

“Asumsi kami, berdasarkan banyak diskusi dan sumber kami, risikonya semakin meningkat,” ujar Rutte.

Aliansi Musuh: China, Rusia, Korut, dan Iran

Tak hanya China dan Rusia, Rutte mengungkapkan kekhawatiran terhadap keterlibatan negara-negara seperti Korea Utara dan Iran dalam memperkuat posisi Rusia di medan perang Ukraina.

Korea Utara disebut telah mengirim senjata, amunisi, bahkan personel militer ke Rusia. Sementara Iran dilaporkan telah memberikan teknologi drone tempur kepada militer Moskow, memperkuat kolaborasi antara kekuatan-kekuatan yang selama ini menentang dominasi Barat.

“Ancaman keamanan dari Indo-Pasifik terhadap NATO meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Rutte.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 jam lalu

Drone Ukraina Hantam Sejumlah Wilayah di Rusia Termasuk Dekat Moskow, 8 Orang Tewas

22 jam lalu

Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam

24 jam lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

1 hari lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal