Sejumlah Pabrik Garmen Bangladesh Pecat hingga Ribuan Buruh gara-gara Unjuk Rasa

Ahmad Islamy Jamil
Para pekerja industri garmen memblokir jalan saat melakukan aksi protes menuntut kenaikan upah, di kawasan Mirpur, Dhaka, Bangladesh, 12 November 2023. (Foto: Reuters)

Lebih dari 4.000 pabrik garmen di Bangladesh bergantung pada sekitar 4 juta buruh untuk memasok bahan pakaian untuk merek-merek besar Barat.

Pada Oktober, berbagai brand terkenal seperti Abercrombie & Fitch, Adidas, Levi Strauss, Puma,  PVH, dan Under Armour mendesak Pemerintah Bangladesh untuk memastikan tidak ada tindakan represif terhadap para buruh yang menuntut upah yang adil.

Akan tetapi, Delowar Hossin, seorang pekerja garmen di Ducati Apparels, mengatakan bahwa dia telah dipecat awal bulan ini tanpa penjelasan atau pembayaran pesangon oleh perusahaan. “Saya baru saja dilarang memasuki pabrik,” kata Hossin, yang kini bekerja paruh waktu sebagai tukang batu.

Direktur pelaksana Ducati, Khayer Mia mengatakan, dia telah membayar gaji penuh meskipun aksi protes telah menutup pabriknya selama 10 hari. “Saya mencintai para pekerja dan pabrik saya seperti keluarga saya. Tetapi beberapa pekerja yang sangat sangat bodoh, tanpa alasan apa pun, mereka merusak semua (jendela) pabrik,” katanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
19 jam lalu

Ratusan Guru Madrasah Demo di Depan Gedung DPR, Tuntut Kesejahteraan dan Diangkat Jadi PPPK

Internasional
16 hari lalu

Ngeri! Petir Sambar Demonstrasi Dihadiri Ribuan Orang di Brasil, Puluhan Luka

Internasional
27 hari lalu

Hadapi Amerika, Iran Tak Ingin Konflik tapi Siap Perang

Megapolitan
28 hari lalu

Buruh Batal Audiensi dengan BAM DPR: Sudah Pada Pulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal