Sejumlah Pabrik Garmen Bangladesh Pecat hingga Ribuan Buruh gara-gara Unjuk Rasa

Ahmad Islamy Jamil
Para pekerja industri garmen memblokir jalan saat melakukan aksi protes menuntut kenaikan upah, di kawasan Mirpur, Dhaka, Bangladesh, 12 November 2023. (Foto: Reuters)

DHAKA, iNews.id – Sejumlah pabrik garmen di Bangladesh memecat ratusan hingga ribuan pekerja mereka menyusul aksi protes buruh yang berlangsung sejak Oktober lalu. Para pekerja melakukan unjuk rasa untuk menuntut upah lebih tinggi. 

Pemecataan ratusan karyawan garmen itu diungkapkan oleh tiga serikat pekerja setempat—yang mewakili sekitar 500.000 buruh—kepada Reuters, pekan ini. Pada waktu yang sama, banyak karyawan lainnya yang melarikan diri karena takut ditangkap.

Bentrokan yang terjadi selama protes, bersamaan dengan demonstrasi antipemerintah yang lebih luas oleh pihak oposisi menjelang pemilihan umum 7 Januari, menewaskan empat pekerja dan melukai puluhan lainnya. Polisi pun tengah mengusut aksi vandalisme yang melibatkan ratusan orang tak dikenal dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Pemerintah Bangladesh pada bulan lalu sepakat untuk menaikkan upah minimum lebih dari 56 persen menjadi 12.500 taka (sekira Rp1,76 juta) per bulan. Akan tetapi, oleh banyak pekerja, nominal tersebut masih dianggap terlalu rendah. 

Bangladesh tercatat sebagai eksportir garmen terbesar kedua di dunia setelah China. Salah satu penyebab besarnya produksi garmen di Bangladesh adalah upah yang rendah untuk para buruh di negeri Asia Selatan itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan usai Terima Uang Rp20 Juta

57 tahun lalu

UBK Sebut Ketua BEM FH Terima Uang Rp20 Juta dari Senior, Diserahkan Lewat Polisi

57 tahun lalu

Pasukan Oranye Langsung Bersihkan Jalan usai Massa Demo Dukung MBG di Jakpus Bubar

57 tahun lalu

Suasana Terkini Bundaran HI Jakpus Jelang Aksi Demo, Polisi Disiagakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal