Saat Wabah Corona, Para Yahudi Tetap Ngotot Terbang ke Yerusalem untuk Pemakaman

Ahmad Islamy Jamil
Seorang Yahudi ultraortodoks sedang berziarah ke kuburan kaumnya di Bukit Zaitun, Yerusalem (ilustrasi). (Foto: AFP)

Sejak awal wabah virus corona, hanya ada sedikit penerbangan komersial dari dan menuju Tel Aviv, kota Palestina yang diklaim Israel. Tetapi, sejumlah pesawat lain masih dapat terlihat mendarat di landasan Bandara Ben Gurion yang ada di kota itu. Beberapa di antaranya membawa mayat orang-orang Yahudi yang meminta untuk dimakamkan di Palestina atau Yerusalem.

Beberapa keluarga membayar dalam jumlah besar untuk mengatasi kesulitan pengangkutan mayat selama pandemi Covid-19. “Keluarga harus menyewa pesawat pribadi untuk membawa mayat orang yang mereka cintai dan membayar mahal,” kata Yehuda Meshi-Zahav, pendiri organisasi Zaka yang membantu memfasilitasi pemakaman di Palestina untuk orang-orang Yahudi dari luar negeri.

Dia menuturkan, baru-baru ini, satu keluarga Yahudi di New York, Amerika Serikat, rela membayar 250.000 dolar AS (Rp3,8 miliar) untuk mengangkut mayat ke Yerusalem. Sekitar 250 jenazah orang asing, tak peduli apakah mereka meninggal karena virus atau tidak, telah dibawa ke Palestina sejak awal pandemi.

“Biasanya ada sekitar 1.500 (mayat) per tahun,” ucap Meshi-Zahav.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Batalyon Keji Israel Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab Bernasib Buruk, 4 Komandan Tewas dan Luka

57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal