RUU Ekstradisi Dicabut, Demonstran Hong Kong Tetap Blokir Akses ke Bandara

Anton Suhartono
Unjuk rasa di depat Stasiun MTR Prince Edward Hong Kong pada 6 September berlangsung rusuh (Foto: AFP)

Para demonstran pro-demokrasi menduduki bandara dengan tujuan meningkatkan tekanan kepada para pejabat kota maupun China. Pesan dari aksi pendudukan bandara ini adalah reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis bisa terpuruk.

(Demonstran menduduki stasiun MTR pada 6 September/AFP)

Pada Agustus lalu, ratusan penerbangan dibatalkan selama 2 hari setelah ribuan demonstran memblokir akses pintu keberangkatan.

Tak hanya bandara, perjalanan transportasi penghubung seperti bus dan kereta Airport Express juga ditunda dan dibatalkan setelah massa memenuhi stasiun dan teminal. Pengunjuk rasa juga membuat barikade di terminal bus, berusaha menghentikan lalu lintas utama.

Akibatnya para penumpang harus berjalan kaki cukup jauh sambil menenteng tas bawaan menuju bandara.

(Pelajar SMA juga ikut berunjuk rasa pascapencabutan RUU ekstradisi/AFP)

Aksi unjuk rasa terbaru ini digelar untuk mendesak pemerintah agar memenuhi empat permintaan mereka lainnya, setelah satu tuntutan yakni pencabutan RUU dikabulkan pada Rabu lalu.

Empat tuntutan lainnya adalah penyelidikan independen terkait kekerasan polisi dalam menangani demonstran, pengampunan terhadap 1.100 lebih demonstran yang ditangkap, penghapusan label "perusuh" untuk menggambarkan para demonstran, serta digelarnya pemilu yang demokratis di mana warga Hong Kong bisa menentukan sendiri pemimpin mereka, bukan ditentukan oleh China.

Sejauh ini Lam menolak empat tuntutan lain, meskipun banyak yang mengatakan bahwa dia mendukung digelarnya penyelidikan independen.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
15 hari lalu

Ngeri! Petir Sambar Demonstrasi Dihadiri Ribuan Orang di Brasil, Puluhan Luka

Internasional
26 hari lalu

Hadapi Amerika, Iran Tak Ingin Konflik tapi Siap Perang

Internasional
28 hari lalu

Waduh, Media AS Sebut Korban Tewas Demo Rusuh di Iran 12.000 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal