Rusia: Pasokan Senjata HIMARS ke Ukraina Bukti AS Ingin Memperparah Konflik

Ahmad Islamy Jamil
Penampakan sistem roket artileri mobilitas tinggi M142 (HIMARS). (Foto: Ist.)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.

Negara-negara Barat pun menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia.

Di sisi lain, Barat juga gencar mengirimkan peralatan militer ke Ukraina untuk membantu Kiev melawan Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sekjen Kementerian PU soal Istri dan Anak Menteri Ikut ke AS: Tak Pakai APBN

57 tahun lalu

Kapal Tanker Raksasa Diserang di Selat Hormuz, Qatar Panggil Diplomat Iran

57 tahun lalu

Selat Hormuz Tegang Lagi! AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran

57 tahun lalu

AS Serang Iran Lagi, Klaim Hancurkan Fasilitas Rudal dan Drone

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal