Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sekjen Kementerian PU soal Istri dan Anak Menteri Ikut ke AS: Tak Pakai APBN
Advertisement . Scroll to see content

AS Serang Iran Lagi, Klaim Hancurkan Fasilitas Rudal dan Drone

Rabu, 08 Juli 2026 - 06:35:00 WIB
AS Serang Iran Lagi, Klaim Hancurkan Fasilitas Rudal dan Drone
Militer AS melancarkan serangan terbaru terhadap Iran, Selasa (7/7) malam waktu setempat (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran, Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB. Serangan itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz pada hari sebelumnya.

Serangan terjadi saat Iran melakukan prosesi pemakaman mantan Peminpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang nemasuki tahap akhir, hingga penguburan pada Kamis (9/7/2026).

Bukan hanya itu, AS juga mencabut izin ekspor minyak Iran setelah dibuka kembali menyusul ditandatanganinya MoU Islamabad, perjanjian mengakhiri perang kedua negara yang berlangaung sejak 28 Februari.


Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan serangkaian serangan yang bertujuan untuk menimbulkan kerugian besar di pihak Iran.

"Agresi yang ditunjukkan Iran tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," bunyi pernyataan Centcom, dikutip Rabu (8/7/20226).

Media Iran melaporkan ledakan terdengar di Kota Sirik di Pulau Qeshm serta Bandar Abbas. Serangan menghantam dermaga komersial di Sirik serta dermaga perikanan di Sirik dan Bandar Abbas.

Seorang sumber pejabat AS mengatakan kepada Reuters, serangan tersebut menargetkan sistem pertahanan udara Iran, sistem pengawasan pantai, gudang rudal permukaan ke udara dan rudal jelajah anti kapal, serta lokasi peluncuran drone.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut