Rusia Desak Semua Gerakan di Palestina untuk Bersatu, Ingatkan Bahaya Perpecahan

Ahmad Islamy Jamil
Seorang pejuang Palestina membawa bendera nasionalnya (ilustrasi). (Foto: iNews/Dok.)

Hamas menyebut serangan itu sebagai Operasi Banjir al-Aqsa. Operasi tersebut sebagai pembalasan atas kejahatan zionis yang membunuhi dan menangkapi warga Palestina secara sewenang-wenang di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza. 

Israel tak terima diserang seperti itu. Pasukan zionis pun melancarkan serangan balasan ke Gaza dan memerintahkan blokade total terhadap wilayah kantong Palestina tersebut, dengan tujuan untuk melenyapkan para pejuang Hamas dan menyelamatkan tawanan. 

Sejak 7 Oktober sampai hari ini, lebih dari 21.800 warga Palestina gugur di Gaza.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Internasional
3 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
4 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
4 hari lalu

Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal