Rusia Buka Kembali 'Kota Angker' Tempat Pengembangan Racun Novichok

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

Namun dia menegaskan, fasilitas penelitian Institut Penelitian Ilmiah Negara untuk Teknologi dan Kimia Organik tetap dioperasikan.

"Tapi kami tak tahu apa yang akan terjadi ketika Shikhany dibuka," ujarnya.

Uni Soviet menjadikan Shikhany sebagai area terbatas atau kota tertutup untuk dijadikan instaliasi militer rahasia dan fasilitas penelitian. hal itu menjadikannya sebagai kota angker.

Menurut keterangan di situs pravo.gov.ru, di dalam surat perintah itu, pemerintah daerah diberi waktu enam bulan untuk menyiapkan perubahan status kota yang dihuni 5.500 penduduk itu.

Sejauh ini belum diketahui apakah kebijakan yang tak diduga ini terkait dengan heboh percobaan pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya atau tidak. Rusia membantah Novichok disimpan di lokasi tersebut, tetapi di fasilitas lain di Saratov.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal