Ribuan Yahudi Ultra-Orthodoks dan Liberal Bentrok di Tembok Ratapan

Nathania Riris Michico
Bentrok antara kelompok perempuan Yahudi di Tembok Ratapan, Yerusalem. (FOTO: AFP)

Rabbi Tembok Barat, Shmuel Rabinowitz, meminta kedua pihak untuk tenang.

"Untuk menjaga Tembok Ratapan sebagai tempat persatuan dan bukannya perpecahan."

Selama 30 tahun, kelompok Women of the Wall berjuang menentang peraturan yang melarang perempuan mengenakan skarf doa, berdoadan membaca Taurat bersama-sama dengan suara keras di tempat itu.

Menurut tradisi Yahudi Ortodoks, perempuan seharusnya tidak melakukan ritus keagamaan ini.

Karena tekanan partai ultra-Ortodoks, pemerintah Israel pada 2017 menghapus rencana membuat tempat berdoa semua jenis kelamin di tembok.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Israel Sebut Suara Azan Berisik, Imam Masjid Al Aqsa: Suara Mesin Perang Anda yang Bising!

57 tahun lalu

Israel Bakal Larang Suara Azan, Imam Masjid Al Aqsa: Bahaya!

57 tahun lalu

Israel Terus Bikin Ulah, Bakal Larang Kumandang Azan di Masjid Al Aqsa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal