Data pemerintah menunjukkan, lebih dari 70.000 madrasah telah tercakup dalam enam tahun pertama program ini, yang dimulai pada 2009/2010 oleh pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Partai Kongres.
Anggota panel pemerintah di lembaga pendidikan minoritas, Shahid Akhter mengatakan, program ini bermanfaat bagi anak-anak Muslim dan harus dihidupkan kembali. “Bahkan perdana menteri ingin anak-anak mendapatkan pendidikan Islam dan modern,” katanya.
“Saya sudah berbicara dengan para pejabat untuk memastikan bahwa skema ini tetap dipertahankan,” ucapnya.
Menurut surat yang dikirim oleh pejabat madrasah Uttar Pradesh, Javed, kepada Modi pada Rabu (10/1/2024) kemarin, Pemerintah Federal India memberi tahu negara-negara bagian untuk mengakhiri program pendanaan tersebut pada Oktober tahun lalu.
Dia mengatakan, negara bagian belum membayarkan honor guru madrasah sejak April dan memutuskan untuk berhenti membayar sama sekali pada bulan ini. Sementara dana dari pemerintha federal belum dibayarkan selama enam tahun.