“Semoga ini menjadi tanda harapan, bahwa konflik-konflik lain juga dapat menemukan jalan penyelesaian melalui dialog dan niat baik,” ujarnya.
Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gamelli sejak 14 Februari terkait masalah pernapasan. Dokter mendiagnosisnya mengalami pneumonia ganda serta gangguan ginjal dini. Perawatan terbarunya tersebut merupakan krisis kesehatan paling parah yang dialami Paus Fransiskus selama 12 tahun kepausannya.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, dia melempar senyum dan melambaikan tangan kepada para pengunjung yang berkumpul di luar. Wajahnya tampak sedikit membengkak dibandingkan sebelum perawatan medis, namun terlihat segar.
Paus tak terlihat menggunakan alat bantu napas saat menyapa pengunjung, namun setelah masuk mobil terlihat selang oksigen di hidung.
Dokter yang merawatnya mengatakan, meskipun telah keluar rumah sakit, Paus harus menjalani pemulihan penuh. Paus disarankan beristirahat selama 2 bulan serta menghindari pertemuan besar dan aktivitas lain yang bisa membuat stres.