Momika lahir di Distrik Al Hamdaniya, Qaraqosh, Provinsi Nineveh, Irak. Selama perang saudara yang berlangsung 2006 hingga 2008, dia bergabung dengan Partai Patriotik Asiria dan sempat menjadi penjaga keamanan di markas besarnya di Mosul.
Pada Juni 2014, setelah Mosul direbut oleh ISIS, Momika menjadi bagian dari Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) untuk menentang ISIS.
Dia terlihat dalam video mengenakan pakaian militer memegang senjata api dan bersumpah setia kepada Brigade Imam Ali, sayap militer Gerakan Islam Irak.
Momika melarikan diri ke Jerman pada 2017 dengan visa Schengen. Di sana dia secara terbuka meninggalkan agama Kristen dan menyatakan sebagai ateis.
Momika kemudian mengajukan suaka di Swedia pada April 2018 dan terdaftar sebagai pengungsi Irak.