Lula juga diadili karena menerima suap berupa rumah mewah serta hadiah lainnya dari perusahaan. Dia divonis pada 2017 dan dijatuhi hukuman penjara 9,5 tahun.
Setahun kemudian, setelah Bolsonaro menjadi presiden, Lula dilarang mencalonkan sebagai presiden. Kebijakan pemerintahan Bolsonaro itu disebut sebagai upaya penjegalan kembalinya Partai Buruh ke tampuk kekuasaan.
Lula dibebaskan setelah 19 bulan setelah Mahkamah Agung Brasil membatalkan hukumannya atas dasar yurisdiksi yang tidak tepat. Lula membantah semua tuduhan korupsi dan menyalahkan musuh-musuh politiknya di balik kasus ini dengan tujuan menyingkirkannya dari politik Brasil.
Setelah bebas, dia muncul kembali ke politik seraya bersumpah akan memerangi meningkatnya kelaparan dan pengangguran serta mengalirkan pinjaman publik dan investasi ke industri strategis.
Dia juga berjanji akan menarik kembali investasi asing dengan memulihkan kredibilitas Brasil sebagai penjaga hutan hujan Amazon. Pada masa kepemimpinan Bolsonaro, pemerintah membiarkan deforestasi hingga ke level tertinggi dalam 15 tahun.
Istri pertamanya meninggal akibat stroke saat Lula masih dipenjara. Tahun lalu dia menikah lagi dengan perempuan sosiolog, Rosangela da Silva, atau dikenal sebagai Janja. Dari hasil pernikahan sebelimnya dia dikaruniai lima anak.
Soal suara beratnya, Lula terntara perokok berat yang sempat dirawat akibat kanker tenggorokan pada 2011. Dia menjalani kemoterapi untuk pemulihan dan berhasil.