Profil Dmitry Medvedev, Mantan Presiden Rusia yang Kerap Ancam Barat dengan Nuklir

Ajeng Wirachmi
Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Presiden RusiaDmitry Medvedev kerap melontarkan pernyataan kontroversial, terutama terkait perang di Ukraina. Sekutu dekat Presiden Vladimir Putin itu beberapa kali mengancam negara-negara Barat soal penggunaan senjata nuklir.

Dalam satu kesempatan, pria yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional itu mengatakan ancaman nuklir bisa menjadi nyata jika Rusia kalah perang di Ukraina. Peringatan itu ditujukannya kepada para pemimpin NATO yang terus menerus memasok senjata ke Ukraina. 

Sejak awal serangan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, NATO, termasuk di dalamnya Amerika Serikat (AS), sangat tegas memberikan dukungan kepada Ukraina. 

Melalui laman resminya, NATO menyatakan bahwa langkah Rusia untuk menyerang Ukraina tidak beralasan dan merusak keamanan serta stabilitas internasional. 

Negara-negara anggota NATO, seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Republik Ceko, Denmark, Inggris, dan Jerman, pun aktif memberikan bantuan berupa paket militer kepada Ukraina. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal