Profil Dmitry Medvedev, Mantan Presiden Rusia yang Kerap Ancam Barat dengan Nuklir

Ajeng Wirachmi
Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

Pada masa kepresidenannya pula dibentuk BRICS (Brasil, Rusia, India, China, South Africa) pada 2009. BRICS merupakan organisasi yang menampung dan menjadi wadah bagi negara-negara yang kala itu berada di ambang industri. 

Laman Cesran (Center for Strategic Research and Analysis) International menyebut, Rusia sengaja memberikan perhatian kepada negara-negara dengan ekonomi berkembang, seperti Brasil dan India, guna mendiskusikan serta mengoordinasikan bersama kebijakan apa yang patut dilakukan untuk tata kelola ekonomi global. 

Setelah masa jabatannya sebagai presiden habis, Medvedev menduduki posisi perdana menteri, mendampingi Vladimir Putin yang naik menjadi presiden. Sejak Januari 2020, Medvedev dipercaya Putin sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal