PARIS, iNews.id – Presiden PrancisEmmanuel Macron dan para sekutunya kehilangan mayoritas mutlak di Majelis Nasional (DPR Prancis) dalam pemilu yang digelar pada Minggu (19/6/2022). Hasil tersebut bakal membuat presiden yang baru terpilih kesulitan untuk menjalankan agenda reformasinya.
Proyeksi awal hasil penghitungan suara menunjukkan, koalisiEnsemble! pendukung Macron berhasil meraih kursi terbanyak, lalu disusul koalisi sayap kiri Nupes pimpinan Jean-Luc Melenchon.
Kendati memimpin perolehan kursi DPR, Ensemble! masih jauh dari mayoritas absolut (289 kursi) yang diperlukan untuk mengendalikan parlemen. Para menteri dan pembantu dekat Macron pun telah mengakui hal itu. Karenanya, mereka kini harus merangkul partai politik lain di luar aliansi mereka agar bisa memerintah negara.
Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, menyebut hasil pemilu kali ini sebagai “kejutan demokrasi”. Dia mengatakan, kelompoknya akan melobi semua pihak yang pro-Eropa untuk masuk dalam lingkaran kelompok pendukung pemerintah.
“Partai presiden (koalisi Ensemble!) sudah kalah, jelas tidak ada mayoritas yang terlihat,” kata Melenchon kepada para pendukungnya yang bersorak, Minggu (19/6/2022).