MINNEAPOLIS, iNews.id - Penembakan brutal yang dilakukan agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat terhadap Alex Pretti masih menjadi perbincangan hangat sampai saat ini. Pretti, seorang perawat ICU di rumah sakit Kota Minneapolis, Minnesota, ditembak berulang kali saat petugas melakukan razia imigrasi, Sabtu (24/1/2026).
Polisi senior serta pakar kepolisian menilai, penembakan yang dilakukan agen ICE yang namanya masih dirahasiakan itu berlebihan. Pakar pelatihan kepolisian dan penanganan huru-hara menilai, masalah sudah timbul sebelum tembakan dilepaskan.
Sebelum pembunuhan Pretti, petugas imigrasi telah bertindak provokatif, menimbulkan pertanyaan serius di kalangan pakar penegak hukum, mantan polisi, serta ahli hukum.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan, para agen mendorong kerumunan di sekitar lokasi kejadian dan menyerang mereka dengan semprotan merica dari jarak dekat.
Para ahli menilai, petugas seharusnya melakukan pendekatan persuaif terlebih dulu sebelum menggunakan kekerasan. Tindakan yang dianggap banyak kalangan sebagai kesalahan langkah serta pelanggaran protokol yang berujung pada rentetan tembakan.