Pesawatnya Jatuh, Ini Alasan Ethiopian Tetap Kerja Sama dengan Boeing

Nathania Riris Michico
Pesawat Ethiopian Airlines. (FOTO: AFP)

Ini merupakan insiden fatal kedua yang melibatkan Boeing 737 Max dalam waktu kurang dari lima bulan setelah maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, jatuh pada Oktober tahun lalu, menewaskan 189 orang.

Indonesia sudah memutuskan untuk tidak mengoperasikan seluruh pesawat 737 Max 8.

Lebih lanjut, kepada Wall Street Journal, Tewolde mengatakan bahwa sistem anti-stall di pesawat, yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) -yang akan secara otomatis menurunkan hidung pesawat jika pesawat mendekati atau sedang 'stall' (kehilangan daya angkat)- tampaknya aktif sebelum jatuh.

Kendati dia mengatakan tidak memiliki akses ke perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit dari penerbangan 302, dia mengaku sudah mendengarkan komunikasi antara kokpit dan menara kontrol di Addis Ababa.

Boeing saat ini tengah mempersiapkan perbaikan perangkat lunak untuk sistem MCAS, yang harus disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA). Sistem ini dirancang untuk menahan pesawat agar tidak terbang naik ke sudut yang terlalu tinggi, kondisi yang bisa menyebabkan pesawat itu kehilangan daya angkatnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Danantara Kaji Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing: Cari yang Paling Menguntungkan

57 tahun lalu

Danantara Kaji Bentuk Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing

57 tahun lalu

Boeing Dihukum Bayar Rp599 Miliar ke Keluarga Korban Kecelakaan 737 MAX

57 tahun lalu

KPK Gelar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan Pesawat Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal