Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara Kaji Bentuk Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing
Advertisement . Scroll to see content

Danantara Kaji Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing: Cari yang Paling Menguntungkan

Selasa, 09 Juni 2026 - 12:40:00 WIB
Danantara Kaji Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing: Cari yang Paling Menguntungkan
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengaku sedang mengkaji pembentukan perusahaan leasing pesawat untuk mencari pembiayaan paling menguntungkan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pelaksana BUMN Dony Oskaria mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji pembentukan perusahaan leasingpesawat untuk membeli 50 unit pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS). Langkah itu untuk mencari skema pembiayaan yang paling menguntungkan bagi negara.

"Kita sedang mengkaji juga kan kemungkinan Danantara itu membuka perusahaan leasing company sendiri dan sebagainya. Jadi dipertimbangkan mana yang paling menguntungkan untuk kita," ujar Dony saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).

Menurut Dony, saat ini proses pembelian 50 pesawat Boeing masih dalam tahap kajian, mulai dari jadwal kedatangan pesawat hingga skema bisnisnya. Namun, pemerintah tetap berkomitmen membeli pesawat Boeing. 

"Tentu banyak pertimbangan ya, dan tentu komitmennya harus kita jalankan, tapi pertimbang-pertimbang. Waktunya juga kan masih dipelajari, kedatangan pesawatnya, business models-nya, termasuk juga nanti leasing-nya akan pakai yang mana," ungkapnya. 

Sekadar informasi, rencana pembelian pesawat Boeing ini merupakan bagian dari kesepakatan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART). Komitmen pengadaan pesawat ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak Gedung Putih melalui dokumen resmi Fact Sheet: Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia. 

Dalam dokumen tersebut, total nilai kesepakatan komersial antara kedua negara mencapai 33 miliar dolar AS yang mencakup sektor pertanian, energi, dan dirgantara.

Alokasi sebesar 13,5 miliar dolar AS secara khusus diperuntukkan bagi pengadaan armada pesawat komersial serta layanan barang dan jasa penerbangan terkait. Nilai transaksi ini tercatat sebagai salah satu komitmen investasi bilateral terbesar dalam sejarah hubungan ekonomi Indonesia dan AS.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut