Pesawat Air India Jatuh Tewaskan 260 Orang gegara Sakelar Bahan Bakar Mati, Ini Kata Pengamat

Anton Suhartono
Hasil penyelidikan awal jatuhnya pesawat Boeing 787-8 Air India mengungkap sakelar bahan bakar mati sehingga mesin kehilangan tenaga (Foto: X)

Pakar penerbangan AS lainnya John Nance mengatakan, waktu tersebut sama dengan yang dibutuhkan untuk memindahkan sakelar pertama dan kedua.

Dia menambahkan seorang pilot biasanya tidak akan pernah mematikan sakelar saat penerbangan, apalagi saat pesawat baru lepas landas. Memindahkan sakelar ke posisi "cut-off", kata dia, berarti nyaris mematikan mesin.

Fitur ini paling sering digunakan untuk mematikan mesin setelah pesawat tiba di apron bandara dan dalam situasi darurat tertentu seperti terjadi kebakaran mesin.

Namun dalam kasus Air India, laporan penyelidikan tidak menunjukkan adanya kondisi darurat yang mengharuskan bahan bakar diputus alirannya ke mesin.

Sementara itu dalam pemeriksaan di lokasi kejadian, kedua sakelar bahan bakar ditemukan dalam posisi "run". Laporan tersebut mengungkap adanya indikasi kedua mesin menyala kembali, namun sudah terlambat. Pesawat jatuh pada ketinggian rendah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Usai Dikunjungi Narendra Modi, InJourney Optimistis Candi Prambanan Makin Dilirik Turis India

57 tahun lalu

Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Jejak Peradaban 1.000 Tahun

57 tahun lalu

Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar Orang, Transisi Pemerintahan Tetap Damai

57 tahun lalu

Prabowo di Hadapan Narendra Modi: Saya Punya DNA India

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal