Pesawat Air India Jatuh Tewaskan 260 Orang gegara Sakelar Bahan Bakar Mati, Ini Kata Pengamat

Anton Suhartono
Hasil penyelidikan awal jatuhnya pesawat Boeing 787-8 Air India mengungkap sakelar bahan bakar mati sehingga mesin kehilangan tenaga (Foto: X)

NEW DELHI, iNews.id - Hasil penyelidikan awal jatuhnya pesawat Boeing 787-8 Dreamliner Air India mengungkap sakelar bahan bakar dalam posisi mati sehingga mesin kehilangan tenaga. Pilot dan kopilot bingung siapa yang mengubah posisi sakelar dari "run" ke "cut off".  

Hasil laporan menggambarkan adanya kebingungan di kokpit sesaat sebelum pesawat jatuh di Ahmedabad, Gujarat, pada 12 Juni lalu, menewaskan 260 orang lebih.

Para pakar mengatakan, seorang pilot tidak mungkin tidak sengaja memindahkan sakelar bahan bakar.

"Jika (sakelar) dipindahkan oleh seorang pilot, kenapa?" kata pakar keselamatan penerbangan Amerika Serikat (AS), Anthony Brickhouse, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/7/2025).

Hasil laporan penyelidikan yang dikeluarkan Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (AAIB) mengungkap, sakelar-sakelar tersebut berpindah dengan selisih waktu 1 detik.

Pakar penerbangan AS lainnya John Nance mengatakan, waktu tersebut sama dengan yang dibutuhkan untuk memindahkan sakelar pertama dan kedua.

Dia menambahkan seorang pilot biasanya tidak akan pernah mematikan sakelar saat penerbangan, apalagi saat pesawat baru lepas landas. Memindahkan sakelar ke posisi "cut-off", kata dia, berarti nyaris mematikan mesin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
27 hari lalu

Terungkap, India "Lindungi" Kapal Perang Iran dari Serangan AS

Nasional
1 bulan lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
1 bulan lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Nasional
1 bulan lalu

Purbaya Ungkap Impor 105.000 Pikap untuk Kopdes Pakai Dana Desa, Tak Bebani Fiskal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal