JENEWA, iNews.id - Serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon dinilai berpotensi mengganggu implementasi perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru diteken pekan lalu. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan pemerintahannya tetap melihat kemajuan besar dalam upaya mempertahankan gencatan senjata di Lebanon.
Vance merespons kekhawatiran terkait pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang masih melancarkan serangan ke Lebanon. Menurut dia, meski serangan masih terjadi, kondisi saat ini tetap lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya ketika konflik berlangsung jauh lebih intens.
"Hal-hal ini sedikit rumit jika Anda kembali ke seberapa banyak yang terjadi 3 bulan lalu, dan membandingkannya dengan 3 minggu lalu," kata Vance, dikutip dari Anadolu, Senin (22/6/2026).
Dia menambahkan bahwa pemerintah AS melihat kemajuan signifikan selama beberapa hari terakhir dalam memastikan gencatan senjata tetap berlaku di Lebanon, meskipun insiden kekerasan belum sepenuhnya berhenti.
Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan serangan Israel yang menewaskan sedikitnya 32 orang dalam sehari di Lebanon. Aksi militer tersebut memicu kekhawatiran bahwa ketegangan regional dapat menghambat implementasi nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang ditandatangani AS dan Iran pada 17 Juni lalu.