Percobaan Kudeta Gagal, Krisis Venezuela Kembali Memanas

Nathania Riris Michico
Demonstran pendukung oposisi Juan Guaido mengibarkan bendera Venezuela di tengah amukan massa. (FOTO: AFP)

"Hari ini kita lanjutkan," cuit Guaido, melalui akun media sosial twitter.

"Kami akan terus berjalan dengan kekuatan lebih dari sebelumnya, Venezuela."

Guaido diakui sebagai pemimpin sementara Venezuela oleh lebih dari 50 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan sebagian besar negara Amerika Latin.

AS mengulangi dukungannya untuk Guaido pada Rabu (1/5), ketika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menegaskan aksi militer dilakukan jika diperlukan.

Namun Maduro, yang didukung oleh Rusia, China, dan pejabat tinggi militer negara itu, menolak menyerahkan kepemimpinan kepada saingannya.

Apa yang dikatakan Maduro?

Dalam pidatonya di televisi, diapit oleh komandan militer, Maduro menuduh para pengunjuk rasa melakukan kejahatan berat, yang menurutnya "tidak akan luput dari hukuman".

Baik Maduro dan Guaido meminta para pendukung mereka untuk turun ke jalan, menyiapkan lebih banyak potensi kerusuhan dan kekerasan di negara yang sudah dilanda krisis ekonomi, pemadaman listrik kronis, dan kekurangan pangan yang meluas.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka

57 tahun lalu

Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk

57 tahun lalu

Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah

57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 1.430 Orang, Hampir 70.000 Lainnya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal