Dalam versi terb, wilayah Tepi Barat dan Gaza kini diberi label “Palestina”, menggantikan penyebutan lama. Perubahan ini dianggap sebagai langkah simbolis yang mempertegas posisi Inggris dalam mendukung solusi dua negara.
“Halaman ini telah diperbarui dari ‘Wilayah Palestina yang Diduduki’ menjadi ‘Palestina’,” tulis keterangan resmi dalam pembaruan peta tersebut.
Simbol Politik di Balik Perubahan Peta
Keputusan memperbarui peta ini bukan sekadar teknis administratif. Peta resmi pemerintah kerap menjadi acuan bagi dunia internasional, termasuk warga negara Inggris yang bepergian ke luar negeri. Dengan mencantumkan Palestina sebagai negara, Inggris menegaskan pengakuannya di ruang publik dan dokumen resmi.
Dalam pidato pengumumannya melalui video, Starmer menegaskan tujuannya mengakui negara Palestina.
“Menghadapi meningkatnya kengerian di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup,” kata Starmer.