Laporan CBS News menyebutkan, serangan Iran tersebut bukan insiden terisolasi. Pangkalan militer AS yang sama telah diserang dua kali dalam 48 jam saat itu. Serangan tersebut melukai puluhan personel.
Rudal berpemandu presisi Iran berulang kali menembus sistem pertahanan rudal Yordania dan AS.
Juru Bicara Komando Pusat AS (Centcom) Tim Hawkins mengeklaim pasukannya dan sekutunya telah mencegat puluhan rudal dan drone Iran ke negara-negara Teluk sejak 17 Juli. Meski demikian dia mengakui tak semua bisa dicegat.
Sementara itu Presiden AS Donald Trump menyalahkan pihak lain yang membuat rudal Iran bisa lolos atau bahkan tak terdeteksi. Trump menyebut ada operator lain di pangkalan udara yang membiarkannya lolos.
"Mereka (Iran) memang menyelundupkan sesuatu di Yordania, dan kita ada operator lain," ujarnya, menuduh ada musuh dalam selimut.