Para pengungsi Rohingya menuduh ARSA melakukan penculikan dan serangan.
Dalam sebuah postingan di Twitter, kelompok tersebut membantah bertanggung jawab atas kekerasan terbaru dan menyalahkan penjahat yang berusaha melontarkan fitnah.
Aksi kekerasan terbaru oleh kelompok bersenjata memaksa sekitar 2.000 keluarga Rohingya mengungsi, meskipun beberapa telah kembali pada Kamis.
"Kami hidup dalam ketakutan, terutama di malam hari," kata seorang pengungsi.
"Tadi malam, satu kelompok melakukan aksi pembakaran. Kemana kita akan pergi sekarang?," lanjutnya.