Harga mentimun dan kentang juga meningkat tajam. Banyak keluarga yang yang penghasilannya sudah hancur akibat perang dan pengungsian berkepanjangan semakin sulit menjangkau makanan segar.
"Orang-orang sudah tidak mampu lagi membeli sayur dan buah karena harga yang melonjak akibat perang antara Israel dan Iran," kata seorang warga.
Para pedagang dan pembeli menggambarkan kondisi yang sama. Barang yang masuk semakin sedikit, stok cepat habis, dan harga hampir semua kebutuhan meningkat. Di beberapa bagian Gaza City, kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tepung, hingga makanan kaleng bahkan sudah hampir tidak ditemukan di toko.
Sementara United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs atau Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB menyebut, penutupan perlintasan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah telah memicu kenaikan harga berbagai barang di seluruh Gaza.
Menurut OCHA, jumlah truk yang masuk saat ini terlalu sedikit untuk menjaga pasokan tetap stabil. Banyak barang di pasar habis terjual hanya dalam beberapa hari.