Sementara itu kepolisian bandara menyatakan, pria itu langsung ditahan begitu turun dari pesawat. Hasil pemeriksaan cepat narkoba, dia dinyatakan positif sabu-sabu.
Kantor jaksa setempat juga sudah meminta hasil tes narkoba ke polisi. Namun kejaksaan meminta pemeriksaan lebih detail soal penggunaan narkoba dengan menguji sampelnya ke Layanan Forensik Nasional.
Jika pelaku terbukti menggunakan narkoba, pihak keamanan akan mengembangkan penyelidikan tentang bagaimana dia memperolehnya.
Insiden terbaru ini sempat memicu ketakutan publik Korsel. Pada 26 Mei lalu, seorang pria membuka pintu pesawat Asiana Air sesaat sebelum mendarat di Daegu.
Tidak ada yang mengalami luka serius dalam inside itu karena pesawat berada di ketinggian sekitar 200 meter di atas tanah. Sebanyak 12 penumpang, sebagian besar siswa sekolah, mengalami syok hingga mual dan kesulitan bernapas.
Pelaku yang disebut hanya bernama Lee didakwa dengan perusakan properti dan pelanggaran Undang-Undang Keamanan Penerbangan. Aksinya itu menyebabkan kerugian 640 juta won atau sekitar Rp7,3 miliar yakni kerusakan pesawat.