Di Penjara Gitarama, pelayanan hampir tidak ada sama sekali, termasuk dalam hal makanan. Narapidana harus mencari cara untuk bertahan hidup dengan memasak makanan sendiri.
Terdapat bahkan rumor yang menyebutkan bahwa para penghuni penjara sering kali saling membunuh dan memakan tubuh sesama narapidana.
Yang lebih menyedihkan, para narapidana tidak lagi mendapatkan proses peradilan, dan mereka menjalani hukuman selama bertahun-tahun tanpa kejelasan mengenai nasib mereka.
Penjara Gitarama di Rwanda merupakan tempat yang mengingatkan kita akan kejahatan genosida yang tragis dan mengerikan. Sejarahnya menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya keadilan, rehabilitasi, perdamaian, dan rekonsiliasi dalam masyarakat.