Pengakuan Pengungsi Muslim Rohingya: Lebih Baik Mati Tenggelam di Laut

Anton Suhartono
Pengungsi Rohingya diselamatkan setelah berminggu-minggu terombang-ambing di lautan (Foto: AFP)

Di perjalanan pulang menyeberang Telk Benggala, kata Shahab, kapal diterjang badai.

"Kami menghadapi badai tiga kali," ujarnya.

Pengungsi lain, Hassan, mengatakan, beberapa penumpang yang putus asa mulai minum air laut. Mereka tampaknya berhalusinasi karena mengatakan air laut menjadi manis. Tidak sedikit yang kemudian melompat ke laut dan tak pernah kembali.

"Banyak yang melompat ke air, semua orang mengatakan jauh lebih baik mati di laut dibandingkan di kapal,” kata Hassan.

Sementara itu para penumpang yang kondisinya lebih baik hanya bisa berpegangan sambil menangis dan berdoa.

Saat kapal tiba di Myanmar, ada harapan setidaknya mereka bisa mendapatkan makanan. Namun otoritas Myanmar tak membolehkan mereka berlabuh.

"Semakin banyak yang sekarat dan akan dibuang ke laut. Saya mulai bertanya-tanya kapan giliran saya mati,” tuturnya.

Para pengungsi akhirnya memaksa kapten untuk membawa mereka kembali ke Bangladesh. Dalam satu malam, mereka mendarat dan siap memulai kehidupan seperti sedia kala.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Konsumsi Susu RI Masih 17,76 Liter per Kapita, Tertinggal dari Malaysia hingga Vietnam

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

57 tahun lalu

Horor! Kerbau Kurban Ngamuk, Seruduk Warga hingga Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal