Pengakuan Pengungsi Muslim Rohingya: Lebih Baik Mati Tenggelam di Laut

Anton Suhartono
Pengungsi Rohingya diselamatkan setelah berminggu-minggu terombang-ambing di lautan (Foto: AFP)

Pemerintah Bangladesh juga membatasi akses internet dan ponsel serta memasang kawat berduri di sekitar kamp dengan alasan keamanan. Kamp pengungsi pun sudah seperti penjara.

"Saya kira pergi ke Malaysia dengan cara apa pun setidaknya akan menyelamatkan saya. Banyak yang berhasil ke Malaysia dan kehidupannya lebih baik,” tuturnya.

Penderitaan sudah dirasaka begitu mereka berangkat.

"Kami hampir tidak bisa makan apa pun. Anak-anak kecil menangis minta air,” tuturnya.

Setelah sepekan kapal tiba di lepas pantai Malaysia. Di sana mereka hanya terapung di laut menunggu selama beberapa hari untuk mendapat kepastian bisa merapat.

Kenyataan pahit pun diterima, seseorang mengatakan mereka tak diterima masuk Malaysia dan harus kembali ke Bangladesh.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Terungkap, Atlet Golf Jesslyn Wijaya Terbang ke Malaysia Sehari usai Dilaporkan Diculik

2 hari lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

3 hari lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

5 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal