Pengakuan Dokter Lebanon Rawat Korban Bom Pager: Banyak Bola Mata yang Harus Diangkat

Ahmad Islamy Jamil
Warga Lebanon menyumbangkan darah mereka untuk kebutuhan perawatan pasien korban ledakan massal pager di seluruh penjuru negeri itu, Selasa (17/9/2024). (Foto: AP)

Dalam beberapa tahun terakhir, Lebanon mengalami sejumlah krisis, termasuk ambruknya sistem keuangannya pada 2019 dan ledakan dahsyat di Beirut pada 2020. Semua peristiwa itu sangat membebani sistem perawatan kesehatan di negeri Arab itu.

Warrak pun menyoroti para dokter Lebanon yang terpaksa bekerja di luar negeri setelah krisis keuangan 2019 di negara itu. Dia mengatakan, sebagian besar dari mereka masih bekerja paruh waktu di Lebanon. Mereka bekerja di luar negeri selama beberapa minggu dan kemudian kembali ke tanah air mereka selama beberapa minggu berikutnya. 

"Semoga saja ini akan segera berakhir, dan semoga saja perang yang buruk ini tidak meluas menjadi perang regional (di Timur Tengah)," ucapnya berharap.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

57 tahun lalu

Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal