Peneliti Temukan Virus Baru Mutasi Covid-19 dengan Tingkat Infeksi Lebih Tinggi

Arif Budiwinarto
Peneliti menemukan varian baru mutasi Covid-19 yang menyebar di Eropa dan Amerika Serikat (foto: ist)

Mutasi yang terjadi pada virus baru tersebut mempengaruhi rantai protein--struktur yang digunakan oleh virus untuk menginfeksi sel. Saat ini, para peneliti tengah mencari tahu apakah perubahan rantai protein pada virus bisa dikontrol dengan vaksin.

Vaksin yang saat ini tengah diujicoba kebanyakan mengarah pada rantai protein virusnya, tetapi mereka menggunakan pola strain virus yang lama.

Para peneliti menamakan varian virus baru tersebut dengan kode G614. Sifat dan pembentuknya hampir sama persis dengan hasil mutasi virus sebelumnya yang ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat dengan kode D614.

"Data pelacakan global kami menunjukkan bahwa varian G614 rantai penyebarannya lebih cepat daripada D614," kata Bette Korber, Ahli Biologis Teoretis dari Los Almos National Laboratory.

Lebih lanjut, Bette dalam penelitiannya mengungkap tingkat infeksi varian virus baru lebih cepat dari sebelumnya, namun tidak menimbulkan kerusakan pada tubuh seperti Covid-19.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Health
10 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
10 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
10 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Health
10 hari lalu

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal