LONDON, iNews.id - Peneliti dari Institute of Strategic Dialogue (ISD) menemukan salah satu perpustakaan digital terbesar berisi puluhan ribu file milik ISIS yang tersimpan dalam jaringan (daring).
Dilansir dari BBC, Jumat (4/9/2020), perpustakaan digital tersebut berisi lebih dari 90.000 file dan diperkirakan memiliki 10.000 unique visitors setiap bulan.
Para peneliti menduga, penemuan ini mengungkap bagaimana kelompok ekstrimis memanfaatkan digitalisasi dokumen untuk menyimpan dan menambah konten mendukung aktivitas mereka.
Meskipun otoritas kontra-terorisme di Inggris dan AS telah diperingatkan mengenai cara penyimpanan dokumen yang semakin berkembang ini, upaya menghapus data-data perpus digital ISIS sangat sulit karena datanya tidak disimpan di satu tempat.
Penemuan itu terjadi setelah kematian pemimpin terkemuka ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi pada Oktober 2019. Saat itu, banyak postingan media sosial yang mendukung organisasi tersebut berisi tautan pendek.