Penasihat Keamanan AS Bolton Mundur, Bagaimana Nasib Pertemuan Trump-Rouhani?

Nathania Riris Michico
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton bersama Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP / MARK WILSON)

Pompeo, berdiri di samping Mnuchin di Gedung Putih, mengatakan yakin, saat ditanya apakah Trump bisa bertemu Rouhani akhir bulan ini di Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Pernyataan itu muncul hanya 90 menit setelah Trump mengumumkan mendepak Bolton dari Gedung Putih. Menanggapi keputusan itu, Pompeo dan Mnuchin memperingatkan bahwa kepergian Bolton tidak boleh dianggap sebagai awal pergeseran kebijakan utama.

"Saya akan mengatakan bahwa Menlu Pompeo dan saya serta presiden sepenuhnya bersatu pada kampanye tekanan maksimum kami," kata Mnuchin.

Iran bereaksi cepat terhadap kepergian Bolton; seorang ajudan Rouhani mengatakan itu menandakan tekanan AS gagal.

"Marginalisasi Bolton dan pemindahannya berikutnya bukan kebetulan, tetapi merupakan tanda yang jelas tentang kekalahan strategi tekanan maksimum Amerika melawan Iran," cuit Hesameddin Ashena.

"Jangan ragu bahwa kita memiliki kekuatan untuk mengatur pendekatan AS terhadap Iran dan kami tidak akan pernah mundur. Blokade terhadap Iran akan pecah."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal